Mengutip pemberitaan Newsroom Diskominfosantik, Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi menyulap kawasan bekas bangunan liar (bangli) di sepanjang Jalan Inspeksi Kalimalang, Cikarang Barat menjadi ruang terbuka hijau. Langkah ini tidak hanya untuk mempercantik kawasan, tetapi juga mencegah berdirinya kembali warung remang-remang yang sebelumnya kerap meresahkan masyarakat.
Sebanyak 100 bibit pohon ditanam di Desa Gandasari pada Jumat (28/08/2026) sebagai tindak lanjut penertiban kawasan tersebut. Upaya penghijauan ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi Warga Bekasi, terutama dalam menekan tingkat polusi udara di tengah padatnya area industri.
Langkah Strategis Pemulihan Lahan Pasca Penertiban
Asisten Administrasi Umum (Asda III) Setda Kabupaten Bekasi, Iis Sandra Yanti, menegaskan pentingnya pemulihan fungsi lahan agar tidak kembali terbengkalai. “Tentunya kegiatan penanaman pohon ini sangat positif untuk meningkatkan penghijauan di Kabupaten Bekasi. Sebagai wilayah industri yang luas, penghijauan diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman supaya bisa dinikmati oleh masyarakat sekaligus membantu mengurangi pencemaran dan meningkatkan kualitas udara di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Iis juga mengimbau agar perawatan bibit pohon dilakukan secara serius dan tidak sebatas formalitas belaka. “Saya berharap langkah kecil yang kita lakukan hari ini akan memberikan dampak besar di masa mendatang,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan komitmen jangka panjang kepada semua pihak yang terlibat. “Saya berpesan agar pohon yang kita tanam hari ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, harus ada pemeliharaan dan pengawasan secara berkelanjutan. Karena keberhasilan penghijauan bukan hanya diukur dari berapa banyak jumlah pohon yang kita tanam, tetapi dari berapa banyak pohon yang tumbuh dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” harapnya.
Inisiatif Swadaya Tanpa Bebani APBD Daerah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, menyoroti bahwa program penataan lahan ini sama sekali tidak membebani uang rakyat. “Bahwa kegiatan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan APBD. Seluruhnya merupakan swadaya yang diinisiasi DLH, dengan dukungan perusahaan berupa bibit pohon, pupuk, hingga perawatan dan penyiraman. Kami hanya menginisiasi dan mengkoordinir saja,” tegasnya.
Ia juga sangat mengapresiasi tingginya kolaborasi dari Bambu Foundation, sekolah Adiwiyata, serta sejumlah korporasi lokal yang turun tangan. “Bahwa anggaran itu bukan merupakan satu-satunya kendala dan hambatan kita untuk bisa berbuat. Sebaliknya kita lihat dari dukungan perusahaan aktivis lingkungan, sekolah, itu juga antusias untuk perbaikan lingkungan,” ungkapnya.
Menariknya, bibit yang ditanam didominasi oleh tanaman produktif, seperti Mangga, Sukun, Sawo, Belimbing, serta pohon peneduh Ketapang Kencana. “Pohon yang kita pilih kami upayakan pohon buah-buahan, selain setiap pohon rindang menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida. Tapi kami upayakan ada manfaat lebih yaitu dengan pohon buah-buahan. Sehingga pohon buah-buahan nanti bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.
Cara Warga Bekasi Dukung Penghijauan Kalimalang
Agar kawasan eks bangli ini benar-benar rindang dan buahnya bisa dinikmati bersama saat masa panen nanti, Warga Bekasi dapat berkontribusi melalui langkah sederhana berikut:
• Turut Mengawasi Lingkungan: Segera laporkan ke pihak perangkat desa atau Satpol PP jika melihat ada oknum yang berniat mendirikan kembali bangunan liar di area tersebut.
• Jaga Kebersihan Resapan Air: Jangan membuang sampah sembarangan di sepanjang bantaran Kalimalang agar ekosistem tanah tetap sehat untuk pertumbuhan akar pohon.
• Bantu Penyiraman Saat Kemarau: Bagi warga sekitar yang sedang melintas atau beraktivitas, luangkan sedikit waktu untuk membantu menyiram bibit pohon agar tidak layu terbakar terik matahari.
FAQ: Penataan Lahan Kalimalang Cikarang
• Di mana lokasi pasti penanaman pohon ini? Lokasi penanaman difokuskan di sepanjang Jalan Inspeksi Kalimalang, wilayah Desa Gandasari, Kecamatan Cikarang Barat.
• Berapa total pohon yang dihijaukan DLH sejauh ini? Dengan tambahan 100 bibit ini, total sudah ada 835 pohon yang berhasil ditanam DLH di berbagai titik kawasan Bekasi dalam lima bulan terakhir.
• Apa keuntungan penanaman pohon buah bagi warga? Selain menghasilkan udara segar (oksigen), warga nantinya diperbolehkan memanen hasil buahnya seperti mangga, belimbing, hingga sawo jika sudah berbuah.
Penataan lahan menjadi ruang terbuka hijau yang produktif adalah kebanggaan dan kemenangan bagi lingkungan kita. Ayo bagikan informasi penting ini ke grup WhatsApp warga, RT/RW, dan media sosial Anda agar semakin banyak Warga Bekasi yang peduli dan ikut menjaga kelestarian pepohonan di Kalimalang!