Respons Shin Tae-yong usai Kena Sanksi Berat, Hukuman 10 Tahun hingga Pengusiran Permanen

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, buka suara usai mendapat sanksi berat dari KFA Korea Selatan terkait masa lalunya di Ulsan HD demi lindungi pemain.

Editor: Senja Arunika
Tanggal: Jumat, 24 Juli 2026 - 09.34 WIB
Respons Shin Tae-yong usai Kena Sanksi Berat, Hukuman 10 Tahun hingga Pengusiran Permanen
Respons Shin Tae-yong usai Kena Sanksi Berat, Hukuman 10 Tahun hingga Pengusiran Permanen
persija.id

Mantan pelatih Timnas Indonesia yang kini resmi mengarsiteki Persija Jakarta, Shin Tae-yong, akhirnya angkat bicara merespons sanksi berat dari Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA). Keputusan sanksi yang menuai sorotan publik pada bulan Juli 2026 ini berkaitan erat dengan rekam jejak kepelatihannya saat menangani klub Ulsan HD di liga domestik negara asalnya.

Polemik Singkat Bersama Ulsan HD Berujung Hukuman

Shin Tae-yong diketahui hanya bertahan selama 65 hari menakhodai skuad Ulsan HD sebelum akhirnya resmi diberhentikan pada bulan Agustus lalu. Pemberhentian tersebut diwarnai berbagai isu miring, mulai dari dugaan memburuknya hubungan dengan pemain, insiden penyerangan, hingga polemik bermain golf di tengah padatnya jadwal laga tandang.

Merespons laporan tersebut, Pusat Etika Olahraga di bawah naungan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan langsung melakukan investigasi menyeluruh. Temuan dari pusat etika ini kemudian dilanjutkan oleh jajaran Komite Fair Play KFA pada awal bulan ini guna merumuskan bentuk tindakan disiplin yang paling tepat.

Ancaman Penangguhan Hingga Pengusiran Permanen

Hasil rapat komite disiplin tersebut akhirnya memutuskan ancaman hukuman berlapis bagi sang juru taktik. Shin Tae-yong dihadapkan pada ancaman sanksi yang sangat berat, mulai dari penangguhan kualifikasi kepelatihan selama 10 tahun, larangan berpartisipasi dalam kompetisi, hingga sanksi terberat berupa pengusiran permanen dari sistem persepakbolaan.

Meski terdengar sangat mengejutkan bagi para pendukungnya, tindakan disiplin ini telah dipastikan hanya berlaku secara yurisdiksi di dalam wilayah sepak bola Korea Selatan. Hal ini memberikan ruang aman bagi karir kepelatihannya yang saat ini tengah dibangun kembali di kompetisi liga Indonesia.

Alasan Utama Memilih Bungkam Demi Lindungi Pemain

Menanggapi rentetan hukuman tersebut, Shin Tae-yong menyatakan keberatannya secara terbuka melalui sebuah sesi wawancara via telepon dengan stasiun televisi Korea Selatan, Channel A. Sang pelatih sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk membeberkan rentetan fakta sebenarnya dari sudut pandangnya kepada publik.

Namun, niat tersebut dengan terpaksa diurungkan lantaran ia tidak ingin mantan anak asuhnya di Ulsan HD ikut terseret atau terluka oleh situasi yang memanas ini. Ia menegaskan posisinya tersebut melalui pernyataan resmi yang emosional.

"Ada banyak aspek yang menurut saya tidak adil, dan saya ingin mengungkapkan kebenaran, tetapi murid-murid saya bisa terluka jika saya berbicara, dan suasana sepak bola domestik tidak baik," ujar Shin Tae-yong dikutip dari Channel A.

Fokus Penuh Arsiteki Macan Kemayoran Musim Ini

Pria yang baru saja ditunjuk sebagai nakhoda utama Persija Jakarta pada bulan Juni lalu dengan durasi kontrak tiga tahun ini memastikan akan menanggung masalah tersebut secara pribadi. Meski demikian, pelatih asal Korea Selatan tersebut belum sepenuhnya menutup peluang hukum untuk mengajukan banding resmi atas sanksi KFA di kemudian hari.

Karena sanksi dari KFA tersebut hanya berlaku terbatas di Korea Selatan, aktivitas serta legalitas kepelatihan Shin Tae-yong di Indonesia sama sekali tidak terpengaruh. Kondisi ini membuat sang pelatih dipastikan tetap bisa berkonsentrasi penuh meracik strategi Macan Kemayoran guna menghadapi ketatnya persaingan kompetisi musim 2026/2027 mendatang.