Bursa transfer musim panas di Italia kembali memanas menyusul keputusan Palermo yang secara resmi memboyong mantan pemain Persib Bandung, Federico Barba. Alih-alih disambut gembira, kedatangan bek berpengalaman ini justru memicu gelombang protes dan kritik keras dari kalangan tifosi Italia pendukung setia klub tersebut.
Para suporter yang tidak puas menilai langkah manajemen klub sama sekali tidak mencerminkan kebutuhan tim saat ini. Mereka mempertanyakan strategi transfer Palermo yang dinilai lebih memilih pemain senior dengan status bebas transfer ketimbang berinvestasi pada talenta muda.
Langkah Baru Bersama Filippo Inzaghi
Kepastian transfer ini terjadi setelah Barba menandatangani kontrak berdurasi satu musim hingga pertengahan Juni tahun depan. Pemain kelahiran 1993 tersebut akan bermain di bawah asuhan pelatih legendaris AC Milan, Filippo Inzaghi.
Klub berjuluk Rosanerro itu langsung memberikan sambutan melalui akun Instagram resmi mereka, @palermofficial, untuk menyapa sang pemain baru.
“Selamat datang di Pink dan Hitam, Federico,“
Dalam unggahan klub tersebut, eks pemain pertahanan Maung Bandung ini terlihat langsung bergabung untuk berlatih bersama skuad. Ia juga dikabarkan diikutsertakan oleh Filippo Inzaghi dalam rangkaian tur pramusim klub di Australia.
Pengalaman Berharga Merumput di Indonesia
Saat sesi perkenalan kepada publik Italia, Barba tidak ragu untuk memuji mantan klubnya, Persib Bandung. Ia menganggap perjalanannya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia sebagai sebuah pengalaman yang luar biasa.
“Saya pernah ke klub besar di Indonesia dan itu pengalaman yang positif. Bermain di kompetisi internasional seperti Liga Champions Asia adalah faktor besar,“
Barba juga membeberkan bahwa faktor utama di balik kepulangannya ke Italia adalah ambisi besar dari Palermo dan ajakan langsung dari sang pelatih. Ia sangat optimistis bisa membawa klub barunya promosi ke Serie A.
“Saya kembali ke Italia karena klub seperti Palermo mendorong saya untuk membuat keputusan ini, begitu pula Inzaghi,“
“Saya ingin membuktikan kemampuan saya, meskipun saya sudah memenangkan kejuaraan: saya masih memiliki semangat yang membara,“
Gelombang Protes dan Kritik Pedas Suporter
Sayangnya, antusiasme Barba tidak berbanding lurus dengan penerimaan para fans Palermo. Penolakan ini mencuat akibat menumpuknya jumlah pemain belakang, di mana komposisi skuad sebelumnya dinilai sudah dijejali oleh delapan pemain bertahan.
Salah satu suporter dengan akun Ottantenne melontarkan kritiknya terhadap fokus manajemen yang keliru dalam membaca kebutuhan krusial tim.
“Sulit memahami strategi Palermo saat ini: ada kebutuhan mendesak untuk memperkuat lini serang, tetapi yang dilakukan justru mengumpulkan pemain bebas transfer di lini belakang,“
Kekecewaan senada diutarakan oleh akun PAOLO, yang merasa frustrasi dengan janji manis klub selama masa bursa transfer.
“Silakan saja sekalian ambil sampo dan rambut, sekalian dibuat lengkap… Tolonglah, katanya fase bursa transfer yang intens, tapi pada akhirnya cuma untuk pemain-pemain yang tidak dikenal di sepak bola level atas,”
Sementara itu, suporter bernama GIOACCHINO turut mempertanyakan absennya sistem pemandu bakat yang efektif di tubuh internal klub.
“Saya mulai ragu bahwa alasan mengapa pemain-pemain yang sudah cukup berumur dipertimbangkan sebagai calon rekrutan adalah karena tidak ada pemandu bakat yang berkeliling stadion untuk membuat laporan tentang talenta-talenta potensial yang bisa diamankan lebih awal,”
Di sisi lain, akun Uno qualunque secara rinci membedah tumpang tindihnya peran taktis antar-pemain usai kedatangan Barba.
“Saya bingung. Saat ini di lini pertahanan kita punya delapan bek untuk empat posisi. Sementara itu, justru kekurangan pemain sayap atau winger. Barba, yang juga sudah berusia sekitar 30 tahun, akan membuat jumlah bek menjadi sembilan. Selain itu, dia juga mirip (gaya bermainnya) dengan (Pietro) Ceccaroni. Kecuali memang akan ada salah satu dari (Giangiacomo) Magnani atau Ceccaroni yang pergi,“
Bagi Warganet Bekasi yang merupakan penggemar sepak bola Eropa sekaligus suporter setia liga domestik, fenomena transfer ini menjadi catatan menarik terkait pandangan publik luar terhadap mantan pemain liga kita. Jangan ragu untuk membagikan dinamika sepak bola ini ke grup WhatsApp warga atau komunitas tongkrongan Anda agar diskusi akhir pekan semakin hangat!