Air Sungai Mendadak Hitam Pekat dan Bau Menyengat, Warga Bekasi Waspada

Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi menginvestigasi dugaan pencemaran limbah parah yang menyebabkan air Kali Cileungsi dan Kali Bekasi berwarna hitam.

Editor: Senja Arunika
Tanggal: Kamis, 6 Agustus 2026 - 12.35 WIB
Air Sungai Mendadak Hitam Pekat dan Bau Menyengat, Warga Bekasi Waspada
Air Sungai Mendadak Hitam Pekat dan Bau Menyengat, Warga Bekasi Waspada
Dok Pemkot Bekasi

Warga Bekasi saat ini tengah diresahkan oleh kondisi Kali Cileungsi dan Kali Bekasi yang mendadak berubah warna menjadi hitam pekat menyerupai oli bekas. Peristiwa yang dilaporkan pada Rabu, 5 Agustus 2026 ini mengindikasikan adanya pencemaran limbah berat yang merusak kualitas air sungai. Menanggapi keresahan masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui dinas terkait langsung bergerak cepat melakukan investigasi mendalam ke sejumlah titik aliran sungai di perbatasan.

Titik Awal Pencemaran Kali Cileungsi di Kabupaten Bogor

Titik awal yang memicu perubahan warna dan bau menyengat ini terpantau berada di wilayah Kabupaten Bogor. Lokasi presisinya berdekatan dengan kawasan Cluster Richmond, Kota Wisata, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri.

Tim pengawas telah menyusuri sungai tersebut untuk mengidentifikasi sebaran limbah dari hulu ke hilir. Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, membenarkan bahwa akar masalah pencemaran ini berada di luar wilayah administratifnya. "Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, titik awal yang diduga menjadi sumber pencemaran berada di wilayah administratif Kabupaten Bogor," katanya.

Dampak Aliran Limbah Hitam ke Wilayah Bantargebang dan Bekasi Selatan

Aliran air yang terindikasi mengandung limbah berbahaya tersebut dipastikan telah bergerak melintasi batas daerah dan mencemari wilayah Kota Bekasi. Limpahan air berwarna pekat ini secara visual terpantau melewati Pangkalan 6, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang.

Arus sungai yang kotor tersebut juga terus mengalir hingga menjangkau kawasan Delta Pekayon, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan. Merespons penyebaran yang masif ini, Tim Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) dan Pasukan Katak DLH Kota Bekasi terus memantau debit serta pergerakan air sejak Senin (27/7) hingga Kamis (30/7) lalu.

Kandungan Berbahaya dan Tindak Lanjut DLH Kota Bekasi

Berdasarkan hasil uji resmi dari UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi, sejumlah parameter kualitas air permukaan terbukti telah melampaui baku mutu lingkungan. Air sungai tersebut secara positif mengandung Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), Nikel Terlarut, Seng Terlarut, Tembaga Terlarut, serta bakteri Fecal Coliform.

Atas temuan zat polutan yang mengejutkan ini, pemerintah daerah langsung mengambil tindakan administratif. "Temuan tersebut mengindikasikan adanya pencemaran yang berpotensi menurunkan kualitas air di sepanjang aliran sungai," katanya. Pihak DLH Kota Bekasi telah menyurati Kementerian Lingkungan Hidup, DLH Provinsi Jawa Barat, dan DLH Kabupaten Bogor untuk segera melakukan penindakan terpadu secara lintas wilayah.

Kondisi darurat lingkungan di perairan darat ini memerlukan perhatian dan pengawasan serius dari seluruh elemen masyarakat. Segera bagikan informasi faktual terkait status air sungai ini ke berbagai grup WhatsApp Warga Bekasi dan media sosial Anda agar penduduk di sekitar daerah aliran sungai dapat meningkatkan kewaspadaan!

TANYA JAWAB WARGA (FAQ)

  1. Apa penyebab air Kali Bekasi dan Kali Cileungsi berwarna hitam?
    Air sungai berubah warna menjadi hitam pekat dan berbau menyengat akibat adanya pencemaran limbah berat yang melampaui ambang batas baku mutu lingkungan.
  2. Di mana titik awal sumber pencemaran aliran sungai tersebut ditemukan?
    Berdasarkan penelusuran lapangan oleh DLH Kota Bekasi, titik hulu pencemaran teridentifikasi berada di kawasan Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
  3. Apa saja kandungan berbahaya yang mencemari air sungai tersebut?
    Hasil uji laboratorium menunjukkan air tersebut mengandung kadar TSS, BOD, Tembaga, Nikel, Seng Terlarut, dan bakteri Fecal Coliform yang sangat tinggi.
  4. Wilayah mana saja di Kota Bekasi yang terdampak aliran hitam ini?
    Limbah cair ini telah terpantau meluas hingga melewati kawasan Pangkalan 6 di Kecamatan Bantargebang dan terus mengalir hingga ke Delta Pekayon di Kecamatan Bekasi Selatan.


LAINNYA

ARTIKEL LAINNYA