Pembaca dan pengguna setia produk Apple tampaknya harus bersiap menghadapi wacana perubahan radikal dalam sistem kepemilikan perangkat keras mereka. Berdasarkan laporan terkini pada tanggal 21 Juli 2026, perusahaan teknologi raksasa ini dikabarkan segera mengubah pembelinya menjadi sekadar penyewa perangkat lewat dukungan platform Klarna.
Detail Rilis Apple Upgrade dan Status di Indonesia
Program penyewaan perangkat bernama Apple Upgrade ini dijadwalkan meluncur perdana pada tanggal 28 Juli 2026 secara eksklusif di toko ritel dan situs daring wilayah Amerika Serikat. Skema ini secara psikologis ditujukan agar harga perangkat yang mahal terasa lebih ringan karena pembayarannya dibagi dalam jangka waktu yang lama.
Perlu dicatat oleh warganet bahwa skema sewa ini belum resmi hadir di Indonesia. Hingga saat ini, pihak Apple belum memberikan keterangan, jaminan, atau kepastian apa pun mengenai apakah program penyewaan eksklusif ini akan diperluas dan diberlakukan untuk pasar Asia maupun Indonesia di masa mendatang.
Pada skema yang berjalan di Amerika Serikat, konsumen dapat menyewa iPhone dan Apple Watch selama 24 bulan, serta Mac dan iPad hingga 36 bulan. Setelah masa sewa berakhir, konsumen wajib mengembalikan perangkat, membelinya secara tunai, atau melakukan upgrade awal dengan potensi biaya tambahan.
Penghapusan Program Cicilan Kepemilikan Otomatis
Di wilayah peluncuran, pendaftaran baru untuk program cicilan lawas seperti Apple Card Monthly Installments dan iPhone Upgrade Program yang berorientasi pada kepemilikan mutlak akan segera dihentikan. Selama ini, pelanggan program tersebut akan otomatis menjadi pemilik penuh perangkat di akhir masa cicilan.
Pada program sewa Apple Upgrade yang baru berdurasi dua tahun tersebut, kepemilikan otomatis tidak lagi berlaku. Selain itu, perlindungan garansi AppleCare juga tidak lagi disertakan secara cuma-cuma di dalam paket penyewaan bulanan.
Dampak Jangka Panjang dan Kritik Kelompok Konsumen
Kerja sama strategis ini sukses menjadikan Sebastian Siemiatkowski selaku pendiri dan CEO Klarna sebagai figur penting di balik salah satu program peningkatan perangkat keras terbesar di dunia. Sebelumnya, Klarna telah resmi menjadi pengecer Apple pada tahun 2024 dan terus mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang sangat fantastis.
Meskipun terlihat menggiurkan, program sewa ini mendapat kritik keras dari kelompok advokasi pendukung hak perbaikan (right-to-repair). Direktur kelompok pengawas konsumen dari Public Interest Research Group, Teresa Murray, menyarankan konsumen untuk menghitung dengan teliti apakah total pembayaran sewa bulanan justru berakhir jauh lebih mahal daripada harga pembelian tunai perangkat.
Bagi warganet yang selalu menantikan produk elektronik premium terbaru, wacana perubahan skema kepemilikan global semacam ini sangat menarik untuk diikuti perkembangannya. Silakan bagikan artikel informasi teknologi ini ke berbagai grup WhatsApp atau lini masa media sosial Anda agar orang-orang di sekitar Anda selalu mendapatkan informasi terkini terkait tren gawai dunia!
TANYA JAWAB WARGA (FAQ)
- Apa itu program Apple Upgrade? Apple Upgrade adalah skema penyewaan perangkat keras (leasing) terbaru dari Apple yang didukung oleh Klarna, di mana pelanggan tidak otomatis memiliki perangkat di akhir masa sewa.
- Apakah program sewa iPhone ini sudah tersedia di Indonesia? Belum, program penyewaan ini baru diluncurkan secara eksklusif untuk wilayah Amerika Serikat dan belum ada kepastian resmi apakah akan dibawa ke pasar Indonesia.
- Berapa lama jangka waktu sewa perangkat dalam program ini? Berdasarkan sistem di Amerika Serikat, iPhone dan Apple Watch disewakan dengan tenor 24 bulan, sedangkan perangkat seperti Mac dan iPad memiliki masa sewa hingga 36 bulan.
- Apa perbedaan skema sewa ini dengan program cicilan Apple yang lama? Pada program cicilan sebelumnya, pelanggan otomatis menjadi pemilik penuh ponsel setelah seluruh cicilan lunas dibayarkan, sedangkan pada sistem sewa, pelanggan diwajibkan mengembalikan perangkat tersebut.