Bukan Pakai APBD! KDM Rela Rogoh Kantong Pribadi Buat Sayembara Tangkap Begal

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) memastikan hadiah sayembara tangkap begal hingga Rp50 juta murni menggunakan dana pribadi. Kapolda Jabar beri dukungan penuh.

Editor: Senja Arunika
Tanggal: Minggu, 26 Juli 2026 - 15.38 WIB
Bukan Pakai APBD! KDM Rela Rogoh Kantong Pribadi Buat Sayembara Tangkap Begal
Bukan Pakai APBD! KDM Rela Rogoh Kantong Pribadi Buat Sayembara Tangkap Begal
jabarprov.go.id

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan bahwa sayembara berhadiah uang tunai untuk warga yang berani melumpuhkan penjahat jalanan tidak menggunakan uang negara. Kebijakan ini murni menggunakan alokasi dana dari kantong pribadinya.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh pria yang akrab disapa KDM ini usai menghadiri agenda Apel Siaga Pilah Sampah di Sport Center Arcamanik, Kota Bandung. Ia menilai stimulus berupa hadiah sangat efektif untuk meningkatkan kepedulian warga.

Membangun Kesadaran Lingkungan Lewat Tradisi Apresiasi

Pendekatan inovatif ini diambil karena selaras dengan kultur masyarakat yang cenderung lebih termotivasi apabila ada bentuk penghargaan yang jelas.

"Tradisi masyarakat kita adalah tradisi apresiasi. Seperti di sekolah, siswa akan lebih rajin belajar jika ada pemeringkatan atau apresiasi. Begitu juga di lingkungan masyarakat, motivasi ini masih sangat dibutuhkan untuk menggerakkan kepedulian bersama," ujar KDM.

Target utama dari sayembara ini bukan sekadar menangkap pelaku kejahatan, melainkan juga meminimalisir tindak persekusi. KDM ingin memutus rantai kekerasan ekstrem yang kerap dilakukan warga saat menangkap maling atau begal.

"Logikanya sederhana, daripada pelaku kejahatan dihakimi massa hingga kehilangan nyawa, lebih baik diserahkan kepada pihak berwajib. Kalau ada sayembara dari saya, masyarakat cukup menyerahkannya tanpa harus dihakimi, dan mereka bisa mendapatkan apresiasi. Secara psikologis, ini akan memengaruhi perilaku masyarakat," imbuhnya.

Syarat Ketat Klaim Hadiah Puluhan Juta Rupiah

Nilai apresiasi yang ditawarkan sangat menggiurkan, berkisar antara Rp5 juta hingga Rp50 juta, tergantung jenis kejahatannya. Namun, ada aturan main yang sangat ketat agar hadiah tersebut bisa diklaim oleh warga yang menangkap pelaku.

"Pelaku kejahatan harus diserahkan kepada aparat penegak hukum dan tidak boleh dalam keadaan babak belur. Kalau lecet sedikit karena proses penangkapan mungkin masih wajar. Selain itu, hadiah baru akan diberikan setelah pelaku memenuhi kualifikasi hukum dan resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian," papar KDM.

Langkah ini terbukti mulai membuahkan hasil positif. Sejak wacana sayembara ini digaungkan, patroli pengamanan di wilayah titik-titik rawan se-Jawa Barat semakin masif dilakukan oleh pihak kepolisian.

Kepolisian Jabar Siapkan Layanan Pengawalan Malam

Dukungan penuh juga mengalir dari jajaran Polda Jawa Barat. Kapolda Jabar, Irjen Pol. Pipit Rismanto, melihat inisiatif Gubernur KDM sebagai energi positif untuk memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

"Kami menyambut baik inisiatif Bapak Gubernur yang memiliki keinginan kuat untuk memberikan motivasi kepada seluruh warga agar berpartisipasi menjaga Kamtibmas di lingkungannya masing-masing," kata Pipit.

Meski demikian, Kapolda menegaskan bahwa sayembara ini dikhususkan bagi masyarakat sipil. Anggota kepolisian tidak berhak mengikuti sayembara karena memberantas kejahatan adalah kewajiban mutlak mereka.

"Untuk kepolisian tidak ada sayembara, karena memberantas kejahatan dan melakukan penegakan hukum sudah menjadi tanggung jawab serta tugas pokok kami," tegas Kapolda.

Guna memberikan rasa aman ekstra bagi masyarakat pekerja yang terpaksa beraktivitas hingga larut malam, Polda Jabar kini membuka layanan pengawalan khusus.

"Apabila ada warga yang ingin pulang namun sudah terlalu malam dan merasa ketakutan, tolong laporkan dan berikan informasi kepada kepolisian terdekat. Saya telah memerintahkan seluruh jajaran di mana pun berada agar cepat merespons dan memberikan pengamanan," pungkas Pipit.

Langkah kolaboratif antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan Jawa Barat yang lebih kondusif. Mari terus tingkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di malam hari, dan pastikan Anda membagikan informasi penting mengenai layanan pengawalan polisi ini ke grup WhatsApp warga di lingkungan RT/RW Anda!

LAINNYA

ARTIKEL LAINNYA