Anti Desak-desakan! Stasiun Bekasi Ekstensi Rp80 Miliar Mulai Dibangun, Mobilitas Warga Bakal Makin Cepat

Proyek TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi senilai Rp80 miliar resmi dikerjakan. Solusi cerdas urai kepadatan penumpang KRL ini ditargetkan rampung 18 bulan.

Editor: Senja Arunika
Tanggal: Jumat, 24 Juli 2026 - 21.40 WIB
Anti Desak-desakan! Stasiun Bekasi Ekstensi Rp80 Miliar Mulai Dibangun, Mobilitas Warga Bakal Makin Cepat
Anti Desak-desakan! Stasiun Bekasi Ekstensi Rp80 Miliar Mulai Dibangun, Mobilitas Warga Bakal Makin Cepat
Dok. Summarecon

Pemerintah berkolaborasi dengan pihak swasta secara resmi telah memulai megaproyek infrastruktur transportasi di Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi. Pada Jumat (24/7/2026), seremoni peletakan batu pertama atau groundbreaking kawasan Transit-Oriented Development (TOD) Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi sukses digelar.

Fasilitas publik bernilai puluhan miliar ini akan dibangun megah tepat di area kolong Flyover Summarecon. Proyek strategis ini dirancang secara khusus untuk mengurai tingkat kepadatan penumpang KRL yang setiap hari memadati area stasiun eksisting.

Telan Dana Rp80 Miliar dengan Target 18 Bulan

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, memaparkan rincian teknis dari pengembangan infrastruktur berbasis transportasi massal tersebut. Beliau memastikan bahwa pengerjaan fisik akan langsung dikebut agar dapat segera digunakan oleh masyarakat.

"Stasiun ekstensi ini kami bangun dalam waktu 18 bulan, dengan investasi sekitar Rp80 miliar," kata Adrianto.

Kompleks perluasan stasiun ini menempati lahan seluas 7.000 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 400 meter persegi. Fungsinya kelak akan saling melengkapi dan didistribusikan secara proporsional bersama bangunan utama yang sudah beroperasi saat ini.

Solusi Cerdas Pemecah Penumpukan Penumpang KRL

Kehadiran fasilitas ekstensi ini akan merevolusi manajemen arus mobilitas penumpang dari berbagai arah penjuru kota. Stasiun baru ini akan difokuskan untuk mengakomodasi mobilitas warga dari rute barat dan selatan Kota Patriot.

Sementara itu, gedung stasiun yang lama akan dimaksimalkan untuk memfasilitasi pergerakan penumpang yang datang dari wilayah utara dan timur. Pembagian yang sistematis ini diyakini akan sangat ampuh mencegah antrean yang kerap mengular di jam sibuk.

"Dengan adanya Stasiun Bekasi Ekstensi, masyarakat Bekasi akan terhindar dari konsentrasi penumpukan penumpang karena stasiun ini akan melayani penumpang dari arah barat dan selatan," ujarnya.

Menuju Integrasi Kawasan Terpadu Masa Depan

Pengembangan yang digagas Summarecon ini rupanya tidak hanya terbatas pada pendirian gedung stasiun semata. Saat ini tengah disiapkan rancangan jaringan transportasi publik sepanjang lima kilometer yang akan menghubungkan kawasan TOD ini dengan Stasiun LRT.

Tata ruang kawasan transit ini juga memegang teguh delapan prinsip utama pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Hal ini mencakup penyediaan area yang ramah pejalan kaki, jalur khusus pesepeda, hingga integrasi jaringan jalan yang saling terhubung erat.

"Kami berharap masyarakat dapat merasakan kemudahan dalam beraktivitas, efisiensi dalam bermobilitas, serta kualitas lingkungan yang semakin baik," tutur Adrianto.

Model Percontohan Transportasi Kota di Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang turut meresmikan groundbreaking memberikan apresiasi sangat tinggi. Konsep yang berhasil menyatukan area residensial, sentra bisnis, dan fasilitas layanan publik ini dinilai amat brilian.

"TOD seperti yang sedang dikembangkan di lokasi ini bisa menjadi model untuk kota-kota lainnya di Indonesia," kata AHY.

Penyatuan sistem mobilitas transportasi yang mencakup KRL, kereta antarkota, dan LRT ini dipastikan bakal mendongkrak tingkat produktivitas warga Bekasi. Waktu tempuh perjalanan harian dapat dipangkas tajam sehingga roda ekonomi lokal mampu melaju lebih pesat.

"Ketika kita berbicara membangun kualitas hidup manusia yang lebih baik, tentu berawal dari bagaimana masyarakat bisa tinggal, bekerja, dan beraktivitas dengan akses transportasi yang semakin mudah," ujarnya.

Pembangunan fasilitas transit yang modern ini tentu menjadi angin segar bagi seluruh pekerja komuter yang sudah lama mendambakan kenyamanan berlalu lintas. Mari kita dukung bersama kelancaran proyek infrastruktur ini, pastikan Anda membagikan kabar gembira ini ke grup WhatsApp warga di lingkungan RT/RW Anda, dan tuliskan pandangan serta harapan Anda di kolom komentar di bawah ini!

LAINNYA

ARTIKEL LAINNYA