Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), baru saja meresmikan prosesi peletakan batu pertama proyek infrastruktur Stasiun Bekasi Ekstensi. Proyek kolaborasi ini diharapkan mampu memecah kepadatan dan mempermudah pergerakan mobilitas masyarakat komuter di Kota Bekasi.
Fasilitas anyar ini terletak di kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang akan menjadi jembatan penghubung strategis antara kawasan Summarecon Bekasi dengan stasiun utama. AHY menegaskan betapa pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan tata kota modern.
"Saya hari ini bisa secara langsung berada di lokasi groundbreaking pengembangan kawasan berbasis transit atau TOD, Transit Oriented Development di Kota Bekasi, Jawa Barat, di mana Summarecon akan membangun stasiun kereta ekstensi," kata AHY dalam acara groundbreaking Stasiun Bekasi Ekstestin, Bekasi Selatan, Jumat (24/7/2026).
Menko Infrastruktur tersebut juga menekankan bahwa visi mobilitas yang lancar hanya bisa dicapai melalui kerja sama yang berkesinambungan antara pemerintah dan pihak swasta.
"Kami semua menyepakati bahwa pembangunan dan pengembangan kawasan TOD ini memang harus melalui sebuah sinergi dan kolaborasi yang baik antara semua stakeholders. Tujuannya sama, kita ingin menghadirkan kota yang semakin terintegrasi satu sama lain melalui moda-moda transportasi dan pusat-pusat yang menghubungkan satu sama lain," ujar AHY.
Telan Dana Puluhan Miliar dan Rampung 18 Bulan
Di kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, memberikan rincian terkait besaran pendanaan dan target penyelesaian proyek krusial ini. Fasilitas tersebut diproyeksikan akan berdiri megah di atas lahan ribuan meter persegi.
"Stasiun ekstensi ini kita akan bangun dalam waktu 18 bulan, dan kita akan memanfaatkan sebuah investment sekitar Rp 80 miliar. Luas tahannya sekitar 7.000 m2 dan luas bangunannya sekitar 6.000 m2," ucapnya.
Pejalan Kaki Dimanjakan Fasilitas Skybridge
Bagi para pengguna setia Commuter Line, Adrianto memastikan bahwa berdirinya area penghubung ini tidak akan merusak sistem atau fungsi operasional stasiun utama yang sudah lama berjalan.
"Jadi stasiun extension ini dibangun, tapi tidak mengurangi fungsi stasiun yang sudah ada. Karena masyarakat yang ada di sini ditangkap, itu dia juga akan jalan kaki lewat bridge ke sana (Stasiun Bekasi), sky bridge 300 meter jauhnya," jelasnya.
Nantinya, masyarakat yang datang dari arah Summarecon cukup transit di area ekstensi sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju peron stasiun utama. Langkah ini dinilai sangat krusial agar sinyal lalu lintas perkeretaapian tidak mengalami kekacauan.
"Sampai sana (Stasiun Bekasi) dia akan pakai kereta turunnya di sana, karena kalau kita minta kereta api turunnya di sini, itu akan mengubah seluruh sinyal. Makanya namanya stasiun extension, tapi fungsinya sebagai penangkapan masyarakat yang dari daerah sana (Summarecon Bekasi)," ujar Adrianto lagi.
Akan Terhubung Langsung dengan Stasiun LRT
Kabar baiknya, grand desain kawasan penghubung ini tidak hanya diperuntukkan bagi pengguna KRL. Rencana jangka panjang kawasan TOD Summarecon Bekasi ini akan ikut ditunjang oleh kehadiran bus cepat atau Bus Rapid Transit (BRT).
"Transportasi publik yang menghubungkan Bekasi Utara melewati Summarecon Bekasi, melewati TOD tempat ini, kemudian ke arah selatan sampai dengan stasiun LRT Jabodebek," terangnya.
Pembangunan stasiun baru yang modern ini tentunya menjadi angin segar bagi kelancaran mobilitas harian warga komuter di wilayah Bekasi. Mari dukung dan kawal bersama proyek ini dengan membagikan informasi positif ini ke grup WhatsApp RT/RW Anda, serta tinggalkan komentar mengenai harapan Anda terhadap perluasan infrastruktur transportasi umum ini!