Warga Bekasi di wilayah selatan dan utara kini menghadapi krisis air bersih setelah bencana kekeringan meluas ke 172 titik di 32 desa yang tersebar pada 11 kecamatan hingga Kamis, 13 Agustus 2026. Bencana musim kemarau ini telah memengaruhi kehidupan puluhan ribu warga serta ribuan hektare lahan pertanian lokal.
- Krisis air bersih berdampak pada 18.801 kepala keluarga atau 57.639 jiwa di Kabupaten Bekasi.
- Sebanyak 5.095.300 liter air bersih telah disalurkan melalui armada truk tangki.
- Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan pembangunan sumur satelit sebagai solusi jangka panjang.
Penyebaran Titik Kekeringan Terparah di Wilayah Bekasi
Wilayah selatan Kabupaten Bekasi menjadi kawasan yang mengalami dampak paling parah akibat kemarau panjang tahun ini. Kecamatan Cibarusah mencatat titik terbanyak dengan 53 titik, disusul Kecamatan Bojongmangu sebanyak 42 titik, Kecamatan Serang Baru dengan 36 titik, Kecamatan Cikarang Selatan sebanyak 7 titik, dan Kecamatan Cikarang Pusat sebanyak 1 titik.
Krisis air bersih juga meluas ke area utara Kabupaten Bekasi yang mencakup beberapa wilayah pemukiman dan pertanian. Data BPBD mencatat sebaran kekeringan berada di Kecamatan Babelan sebanyak 10 titik, Kecamatan Pebayuran sebanyak 9 titik, Kecamatan Sukatani sebanyak 8 titik, Kecamatan Tarumajaya sebanyak 2 titik, serta Kecamatan Sukawangi dan Kecamatan Cabangbungin masing-masing 1 titik. Dampak kekeringan ini meluas ke 1.827 hektare lahan pertanian yang berada di 45 desa di 15 kecamatan.
Rencana Pembangunan Sumur Satelit Pengganti Tangki Air
Pemerintah daerah memproyeksikan pembuatan sumur satelit di setiap desa rawan air guna menggantikan ketergantungan pada pengiriman tangki darurat. Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menyampaikan rencana tersebut saat menghadiri peresmian Jembatan Perintis Garuda dan sarana air bersih bersama KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Penyediaan infrastruktur air tanah terintegrasi ini dirancang agar warga tidak perlu terus mengantre pasokan bantuan setiap musim kemarau datang. Endin menegaskan, "Kalau setiap desa yang wilayahnya kekurangan air paling tidak memiliki satu sumur satelit, ini bisa menjadi solusi permanen dan persoalan kekeringan sedikit demi sedikit bisa kita atasi," ujarnya.
Penyaluran air tangki hingga kini tetap dijalankan untuk menjaga kebutuhan harian warga yang terdampak langsung. Bantuan dari berbagai pihak telah menyalurkan 5.095.300 liter air bersih ke kantong krisis. Endin menambahkan, "Kalau sekarang yang bisa kita lakukan masih distribusi air bersih menggunakan tangki, masyarakat juga sudah terbiasa menyiapkan galon, ember dan sebagainya. Dengan adanya sumur satelit, kami berharap ke depan tidak ada lagi antrean seperti itu," tuturnya.
Tanya Jawab Seputar Krisis Air Bersih di Bekasi
- Berapa banyak warga Bekasi yang terdampak kekeringan saat ini? Sebanyak 18.801 kepala keluarga atau sekitar 57.639 jiwa di 11 kecamatan terdampak kekurangan air bersih.
- Wilayah mana yang mengalami krisis air terparah? Wilayah terparah berada di Kecamatan Cibarusah dengan 53 titik lokasi dan Bojongmangu dengan 42 titik lokasi.
- Apa solusi jangka panjang yang disiapkan pemerintah daerah? Pemerintah Kabupaten Bekasi merencanakan pembangunan sumur satelit di setiap desa yang mengalami krisis air bersih secara bertahap.
Bantu kerabat dan tetangga Anda tetap waspada menghadapi dampak musim kemarau dengan membagikan informasi terkini ini ke grup WhatsApp warga serta media sosial Anda.