Miris Kasus Kekerasan di Bekasi, Forum Anak Buka Ruang Curhat Aman via Medsos!

Momentum Hari Anak Nasional 2026, Forum Anak Daerah Kabupaten Bekasi mendorong generasi muda berani speak up laporkan kekerasan demi lingkungan yang aman.

Editor: Senja Arunika
Tanggal: Jumat, 24 Juli 2026 - 12.13 WIB
Miris Kasus Kekerasan di Bekasi, Forum Anak Buka Ruang Curhat Aman via Medsos!
Shabira Teri Nabillranna, Ketua Forum Anak Daerah Kabupaten Bekasi periode 2026-2028
bekasikab.go.id

Momentum Hari Anak Nasional 23 Juli 2026 menjadi pengingat kritis bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat perlindungan anak di wilayah hukum Kabupaten Bekasi. Tingginya angka kekerasan yang menimpa anak-anak belakangan ini memantik keprihatinan mendalam dari berbagai pihak, termasuk Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Bekasi.

Sebagai bentuk komitmen nyata, FAD Kabupaten Bekasi terus memperkuat edukasi dan membuka ruang pendampingan yang aman bagi korban. Ketua Forum Anak Daerah Kabupaten Bekasi Periode 2026–2028, Shabira Teri Nabillranna, menyampaikan langsung ajakan tersebut usai mengisi kegiatan siniar di gedung Diskominfosantik, Cikarang Pusat, pada Kamis (23/07/2026).

Keprihatinan atas Kasus Kekerasan yang Masih Tertutup

Shabira menyoroti fenomena gunung es di mana masih banyak korban di bawah umur yang takut atau belum berani menyampaikan perlakuan buruk yang mereka alami. Ketakutan ini justru membuat pelaku kekerasan leluasa, sehingga ruang aman untuk bercerita menjadi sangat esensial.

"Kami merasa miris melihat berbagai kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi belakangan ini. Padahal Forum Anak bersama DP3A hadir sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk bercerita. Kami berharap anak-anak di Kabupaten Bekasi semakin berani bersuara, karena ketika mereka berani menyampaikan apa yang dialami, kami akan berupaya menindaklanjutinya bersama pihak terkait," ujarnya.

Jemput Bola Melalui Edukasi dan Media Sosial

Sebagai langkah pencegahan preventif, FAD Kabupaten Bekasi rutin menggelar program edukasi dengan turun langsung melakukan kunjungan ke berbagai kecamatan. Mereka juga mengoptimalkan klaster-klaster Forum Anak yang secara spesifik membahas isu perlindungan, keluarga, kesehatan, hingga pendidikan.

Tidak hanya turun ke lapangan, FAD juga memanfaatkan platform media sosial sebagai sarana aduan dan konseling sebaya yang mudah dijangkau oleh generasi Z maupun Alpha. Langkah digital ini diambil agar proses pendampingan awal bagi anak-anak yang tertimpa masalah bisa dilakukan lebih responsif dan cepat.

"Kami ingin Forum Anak tidak dipandang sebagai organisasi yang kaku, tetapi sebagai konselor sebaya. Teman-teman bisa bercerita kepada kami, termasuk melalui media sosial. Jangan sungkan untuk menghubungi Forum Anak karena kami terbuka untuk mendengarkan dan mendampingi," katanya.

Mendorong Partisipasi dalam Kebijakan Daerah

Selain menjadi pendengar yang baik, Forum Anak turut aktif menjaring aspirasi melalui program Suara Anak Daerah. Wadah ini berfungsi untuk mengumpulkan berbagai keluh kesah dan kebutuhan mendesak yang dihadapi anak-anak di tingkat akar rumput Kabupaten Bekasi.

Rekomendasi yang disusun dari pengalaman nyata tersebut kemudian dirumuskan untuk disodorkan kepada pemerintah daerah. Hal ini memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan ke depan benar-benar berpihak dan responsif terhadap kebutuhan perlindungan anak.

FAD terus merajut kolaborasi strategis dengan jajaran pemda, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), fasilitas kesehatan seperti puskesmas, hingga sektor swasta. Sinergi ini merupakan kunci utama dalam menciptakan ekosistem lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak di wilayah industri ini.

Menutup peringatan Hari Anak Nasional, Shabira memberikan suntikan moral agar tidak ada lagi anak yang merasa sendirian saat menghadapi krisis.

"Kami berharap seluruh anak di Kabupaten Bekasi selalu merasa dicintai, dihargai, dan tidak takut untuk berbicara. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berekspresi, berpartisipasi, dan hidup dalam lingkungan yang aman serta bebas dari segala bentuk kekerasan," tutupnya.

Bagi Warganet Bekasi, isu perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama sebagai bagian dari lingkungan sosial mereka. Mari tingkatkan kepedulian di lingkungan sekitar dan jangan ragu membagikan informasi layanan aduan Forum Anak ini ke grup WhatsApp RT/RW maupun keluarga agar lebih banyak anak yang terselamatkan dari potensi kekerasan.

LAINNYA

ARTIKEL LAINNYA