Pemerintah Kabupaten Bekasi saat ini tengah gencar melakukan penataan kawasan Pasar Cikarang Utara secara bertahap. Langkah strategis ini diambil guna menciptakan lingkungan pasar tradisional yang lebih tertata, bersih, nyaman, dan mampu mendongkrak denyut perekonomian masyarakat lokal.
Berdasarkan pantauan lapangan pada Kamis (23/7/2026), kondisi pasar yang sebelumnya kerap dikeluhkan karena semrawut dan kumuh, kini mulai menunjukkan perubahan wajah yang sangat signifikan. Lapak-lapak meja dan perlengkapan milik pedagang yang biasanya memakan badan jalan telah dipindahkan seluruhnya ke area basement pasar.
Tidak hanya itu, area yang semula dipenuhi tumpukan sampah kini telah dibersihkan secara total. Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa pembenahan ini merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah.
"Tentu ini menjadi komitmen kami, pembenahannya Pasar Cikarang," kata Asep pada Kamis (23/7/2026).
Kolaborasi Perbaikan Infrastruktur dan Dukungan CSR
Upaya keras mengubah wajah pusat perbelanjaan tradisional ini juga mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Percepatan penataan kawasan semakin masif setelah adanya dua kali kunjungan langsung dari jajaran kepala daerah ke lokasi.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Wilayah IV Cikarang Utara, Hasyim Adnan, menjelaskan bahwa perbaikan fisik berjalan sangat cepat pasca peninjauan tersebut. Pihaknya langsung mengeksekusi berbagai pembenahan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan warga.
"etelah kunjungan tersebut, banyak perubahan yang langsung dilakukan. Trotoar diperbaiki dan dicat merah, pagar diganti serta dicat putih, kemudian dilakukan pengaspalan." jelas Hasyim Adnan.
Perbaikan ini tidak hanya menggunakan anggaran pemerintah, melainkan turut menggandeng sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
"Selain itu, kanopi dan pengecatan bagian depan pasar juga dibantu melalui program CSR Bank BJB sehingga wajah pasar kini jauh lebih baik," ujarnya.
Manajemen Lahan Parkir dan Relokasi Pedagang Malam
Kawasan yang dikelola oleh UPTD Pasar Wilayah IV memiliki luasan mencapai sekitar 2,6 hektare, membentang dari area belakang Pos Polisi, menyusuri Jalan Suwadaya, hingga kawasan Pasar Permai. Luasnya area ini membutuhkan manajemen ruang publik yang lebih efektif.
Saat ini, pengelola menerapkan sistem relokasi sementara bagi pedagang malam, sehingga pada rentang waktu pagi hingga siang hari, area depan pasar dapat difungsikan maksimal sebagai lahan parkir kendaraan.
"Pedagang malam yang berjualan didepan Pasar Baru jumlahnya sekitar 200 sampai 220 orang. Siang hari kondisi pasar sudah jauh lebih rapi, tetapi pada malam hari masih perlu penataan lanjutan karena aktivitas pedagang kembali cukup padat," katanya.
Di sisi lain, kebersihan pasar juga menjadi fokus penanganan dengan penyediaan tiga titik tempat penampungan sampah di bagian bawah pasar. Pembersihan rutin terus dilakukan agar kenyamanan pembeli tetap terjaga.
"Kami berharap perubahan ini mampu menarik lebih banyak masyarakat untuk berbelanja di pasar. Jika pengunjung meningkat, tentu retribusi pasar juga akan meningkat dan berdampak positif terhadap perekonomian para pedagang," ungkapnya.
Bagi Warganet Bekasi, wajah baru Pasar Cikarang ini tentu menjadi kabar gembira yang patut kita dukung dengan mulai kembali berbelanja ke pasar tradisional. Mari bersama-sama menjaga kebersihan fasilitas publik ini dan bagikan informasi positif ini ke grup WhatsApp keluarga maupun komunitas RT/RW Anda agar ekonomi pedagang kecil di Bekasi semakin menggeliat!