Pemkab Bekasi Gagas Sumur Satelit untuk Atasi Kekeringan Sawah

Pemkab Bekasi menyiapkan inovasi sumur satelit berenergi terbarukan guna menyelamatkan 1.000 hektar area persawahan lokal dari hantaman bencana kekeringan.

Editor: Senja Arunika
Tanggal: Sabtu, 25 Juli 2026 - 19.36 WIB
Pemkab Bekasi Gagas Sumur Satelit untuk Atasi Kekeringan Sawah
Pemkab Bekasi Gagas Sumur Satelit untuk Atasi Kekeringan Sawah
bekasikab.go.id

Bencana kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi mulai mengancam produktivitas pertanian lokal di berbagai kecamatan. Merespons krisis air yang merugikan para petani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menggagas inovasi canggih berupa pembuatan sumur satelit di area persawahan.

Terinspirasi Teknologi Ramah Lingkungan dari Surabaya

Langkah strategis ini mengadaptasi keberhasilan teknologi serupa yang telah lebih dulu diterapkan di wilayah Surabaya, Jawa Timur. Sistem pemompaan air pada fasilitas ini dirancang khusus berbasis energi terbarukan sehingga dapat beroperasi secara mandiri dan lebih hemat biaya operasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengungkapkan bahwa inovasi ini dinilai sangat efektif dalam menjaga stabilitas panen. Para petani nantinya tidak perlu lagi menggantungkan nasib sepenuhnya pada debit air dari jaringan irigasi konvensional.

"Saya pernah ngelihat di Surabaya. Ternyata gubuk-gubuk di tengah sawah itu satelit untuk mengairi sawah. Satu satelit itu mengairi hampir 8 sampai 10 hektar. Jadi tidak akan kekeringan," ujar Asep belum lama ini.

Selamatkan Seribu Hektar Lahan Terdampak Kemarau

Penerapan teknologi ramah lingkungan ini dipersiapkan matang sebagai skema antisipasi bencana jangka panjang bagi sektor agraris. Fokus utamanya adalah menjangkau dan mengamankan lumbung-lumbung pertanian vital yang tersebar merata di penjuru Kabupaten Bekasi.

Saat ini, kondisi di lapangan memang cukup memprihatinkan akibat hantaman musim kemarau yang berkepanjangan. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun, diperkirakan ada sekitar 1.000 hektar lahan sawah yang terdampak langsung oleh musibah kekeringan ini.

Akibat minimnya pasokan air pengairan, sejumlah kelompok tani bahkan terpaksa memutar otak untuk meminimalisir kerugian materiil. Banyak dari mereka yang akhirnya mengambil jalan pintas dengan melakukan panen lebih awal sebelum padi benar-benar matang sempurna.

Kehadiran fasilitas pengairan modern ini tentunya menjadi secercah harapan bagi para pahlawan pangan kita di daerah agar tak terus merugi. Mari kita kawal bersama realisasi program penanggulangan kemarau ini, dan bagikan informasi bermanfaat ini ke grup WhatsApp komunitas warga atau kelompok tani di lingkungan Anda agar tetap semangat menghadapi tantangan musim kemarau!

LAINNYA

ARTIKEL LAINNYA