Kabar duka datang dari dunia penyiaran setelah Yanto Idorway, seorang Presenter TVRI Papua Barat, dilaporkan hilang terbawa arus sungai. Peristiwa nahas ini terjadi di kawasan wisata alam Air Terjun Memti, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat pada hari Sabtu (18/7/2026).
Hingga memasuki hari kelima pencarian pada pertengahan pekan ini, keberadaan korban masih belum berhasil ditemukan oleh regu penolong. Insiden hilangnya sang presenter menjadi peringatan keras bagi para wisatawan akan bahaya arus deras sungai di kawasan pegunungan.
Kronologi dan Detail Peristiwa
Kejadian memilukan ini bermula ketika korban bersama dua orang rekannya sedang berwisata mengunjungi destinasi Air Terjun Memti pada Sabtu siang. Saat mencoba menyeberangi aliran sungai di kawasan tersebut, korban tiba-tiba terpeleset dan langsung terseret arus deras.
Dua rekan korban yang berada di lokasi kejadian sempat berusaha keras memberikan pertolongan pertama. Namun, kuatnya debit air sungai membuat upaya penyelamatan manual tersebut tidak membuahkan hasil.
Menyadari situasi kritis dan hilangnya jejak korban, kedua saksi mata bergegas turun untuk mencari pertolongan. Mereka segera melaporkan musibah hilangnya rekan mereka kepada aparat kepolisian setempat agar pencarian dapat segera dilakukan.
Keterangan Resmi dan Pernyataan Narasumber
Laporan resmi hilangnya korban baru diterima oleh pihak berwenang pada malam harinya. Kepala Kantor SAR Manokwari, Yefri Sabaruddin, mengonfirmasi adanya laporan kecelakaan dari Kasat Intel Polres Pegunungan Arfak yang langsung ditindaklanjuti.
"Berdasarkan informasi yang kami terima, kejadian terjadi sekitar pukul 14.00 WIT ketika tiga wisatawan berkunjung ke Air Terjun Memti. Saat menyeberangi sungai, korban terpeleset lalu terseret arus," ujar Yefri Sabaruddin.
Sejak laporan diterima, operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) langsung diaktifkan dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU). Pencarian terus diperluas dengan menyisir hulu hingga hilir sungai dan dibantu oleh pemantauan udara menggunakan drone thermal.
Sayangnya, proses pencarian gabungan ini menghadapi berbagai kendala alam yang cukup ekstrem di lapangan. Cuaca yang sangat cepat berubah, kabut tebal, suhu dingin pegunungan yang menusuk, serta derasnya arus sungai menjadi hambatan utama bagi tim relawan dan petugas.
Musibah ini tentunya menjadi pelajaran berharga bagi seluruh warga, termasuk masyarakat Bekasi yang gemar melakukan wisata alam atau penjelajahan hutan saat musim liburan. Pastikan selalu memantau kondisi cuaca, gunakan perlengkapan yang aman, dan hindari menyeberangi sungai berarus deras tanpa pengamanan memadai. Mari bagikan informasi keselamatan ini ke grup WhatsApp keluarga atau komunitas warga agar kita semua lebih waspada saat berlibur di alam bebas!