Tangan Terborgol ke Belakang, Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Penuh Misteri. Sempat Tegur Geng Vandalisme?

Keluarga menuntut pengusutan tuntas atas kematian janggal Sumarna, satpam Waduk Jatiluhur yang ditemukan tewas mengapung dengan tangan terborgol.

Editor: Senja Arunika
Tanggal: Sabtu, 25 Juli 2026 - 21.24 WIB
Tangan Terborgol ke Belakang, Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Penuh Misteri. Sempat Tegur Geng Vandalisme?
Tangan Terborgol ke Belakang, Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Penuh Misteri. Sempat Tegur Geng Vandalisme?
Istimewa / Dok Warga

Pihak keluarga merasakan kejanggalan yang sangat kuat atas insiden merenggut nyawa tersebut. Sang paman, Ocid, secara tegas mendesak pihak berwajib untuk segera mengusut tuntas tragedi ini.

"Saya dapat info pas mau Jumat, bahwa korban terborgol di air. Karena korban meninggal di air dan ada hal yang janggal, posisinya tangan terborgol ke belakang. Tolong usut tuntas sesuai jalur hukum," ujar Ocid, paman korban.

Izin Autopsi Demi Mengungkap Kebenaran

Guna mencari titik terang, pihak keluarga besar secara bulat telah memberikan izin kepada kepolisian. Mereka sepakat untuk melakukan tindakan medis autopsi terhadap jasad almarhum.

"Saya selaku paman korban, tadi sudah menghubungi kakak korban dan adik korban, kemudian istri korban sudah menyetujui proses autopsi. Agar bisa diketahui penyebab kematiannya, karena sampai saat ini kami tidak mengetahui apa penyebabnya," katanya.

Sebelumnya, korban diketahui hilang kontak sejak pukul 03.00 WIB saat sedang menjalankan tugas piket malam. Jasadnya kemudian berhasil ditemukan oleh kepala satpam dan warga sekitar pada pukul 11.00 WIB dengan kondisi masih mengenakan seragam dinas lengkap.

Sempat Beri Teguran Keras Terkait Aksi Vandalisme

Sebelum insiden nahas ini terjadi, rekam jejak pekerjaan korban sempat menyinggung pihak tertentu. Sumarna diketahui sempat menegur keras sekelompok pemuda yang hendak melakukan aksi vandalisme di area objek vital tersebut.

"Kabarnya dia melarang orang yang mau curat-coret, ya wajar karena itu memang tugas dia menjaga area waduk. Aksi corat-coret malam Rabu, selang satu hari diduga kelompok itu datang lagi," kata warga bernama Warta di lokasi kejadian.

Penyelidikan Polisi dan Pengamanan Barang Bukti

Saat ini, jajaran kepolisian tengah mendalami secara serius indikasi keterkaitan antara perselisihan aksi vandalisme tersebut dengan kematian korban. Sejumlah barang milik almarhum juga telah diamankan untuk keperluan investigasi.

"Kami sudah mengamankan barang milik korban, seperti sepeda motor yang digunakan korban bekerja, HT. Kalau HP belum. Kami juga sudah memeriksa beberapa saksi," kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwanta.

Mari kita kawal bersama penanganan kasus ini agar pihak berwajib dapat segera mengungkap tabir misteri di balik kematian tragis sang pahlawan keluarga pengawal keamanan objek vital ini. Selalu tingkatkan kewaspadaan saat bertugas atau beraktivitas pada malam hari, dan jangan lupa sebarkan informasi ini ke grup WhatsApp warga sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap keadilan dan keamanan lingkungan kita.

LAINNYA

ARTIKEL LAINNYA