Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi resmi memberikan mandat kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Mitra Patriot sebagai pengelola penuh kawasan Pasar Baru Bekasi. Keputusan strategis ini diambil tepat setelah pemerintah sukses menertibkan para pedagang yang selama ini membandel menggunakan badan dan bahu jalan raya.
Penugasan tersebut memiliki kekuatan hukum yang jelas melalui penetapan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 6 Tahun 2026. Regulasi ini menjadi landasan pacu bagi BUMD untuk menata ulang pusat perekonomian tersebut menjadi lebih modern dan profesional.
Landasan Hukum dan Fokus Penataan Kawasan
Direktur Utama PT Mitra Patriot, David Rahardja, menjelaskan bahwa aturan pengelolaan ini telah melewati tahapan pengkajian yang sangat matang. Pembahasan mendalam dilakukan bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat dan Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelum akhirnya resmi diberlakukan.
Menurut David, langkah awal yang kini menjadi prioritas utama perusahaan adalah pembenahan kawasan secara menyeluruh. Tujuannya tak lain agar aktivitas jual beli di Pasar Baru Bekasi menjadi lebih tertata, aman, dan nyaman bagi warga.
“Salah satu perhatian utama ialah penataan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di badan maupun bahu jalan. Keberadaan PKL dinilai memicu kemacetan sekaligus mengurangi kenyamanan pengunjung,” katanya.
Kebijakan dari Pemkot Bekasi ini dirancang untuk mengembalikan fungsi area pasar sebagaimana mestinya. Seluruh pedagang kini ditempatkan di lokasi resmi yang telah disediakan di dalam kawasan agar arus lalu lintas di luar pasar tidak tersendat.
“Selain penataan pedagang, PT Mitra Patriot menargetkan peningkatan kualitas pengelolaan melalui sistem operasional yang profesional. Perusahaan ingin menghadirkan lingkungan pasar yang aman dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat,” ucapnya.
Pengelolaan Mandiri dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal
Dalam mengeksekusi amanat dari pemerintah daerah, PT Mitra Patriot memastikan bahwa seluruh jalannya operasional akan dikelola langsung secara mandiri. Perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak akan menggunakan atau melibatkan pihak ketiga.
Sebuah divisi khusus akan segera dibentuk untuk menangani dinamika operasional pasar sehari-hari. Mulai dari kebersihan, penataan lokasi, hingga sistem pelaporan keuangan langsung kepada pihak manajemen utama.
Utamakan Komunikasi Tanpa Pinggirkan Warga Sekitar
Sebagai tahap permulaan, pihak perusahaan akan lebih banyak menggunakan pendekatan komunikasi dua arah dengan berbagai elemen di lapangan. Hal ini dilakukan untuk membangun kesepahaman bersama agar proses penataan lahan berjalan tanpa gesekan.
David juga memberikan garansi bahwa warga lokal yang selama ini mencari nafkah di lingkungan tersebut tidak akan disingkirkan. Masyarakat sekitar akan diberikan prioritas untuk terlibat dalam pengelolaan resmi seperti pada divisi parkir, keamanan, dan petugas kebersihan.
“Dengan konsep pengelolaan yang mengacu pada tata kelola pasar modern, PT Mitra Patriot berharap Pasar Baru Bekasi berkembang menjadi pusat perdagangan yang lebih tertib, memiliki pelayanan yang baik, serta meningkatkan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung,” tukasnya.
Bagi Warganet Bekasi yang sering berbelanja kebutuhan pokok di kawasan ini, mari kita dukung langkah penertiban tersebut demi kenyamanan dan kelancaran jalan bersama. Jangan lupa sebarkan informasi positif tentang wajah baru Pasar Baru Bekasi ini ke grup WhatsApp keluarga, rekan pedagang, maupun komunitas warga agar semuanya ikut menjaga ketertiban fasilitas umum!