Rela Antre 2 Jam Demi Sepiring Nasi, Begini Kisah Haru di Balik Rumah Makan Gratis Bekasi!

Rumah Makan Gratis di Jatiasih, Bekasi, jadi magnet warga kurang mampu. Antre berjam-jam demi 100 porsi makan siang yang disediakan relawan Yayasan Damaris.

Editor: Senja Arunika
Tanggal: Selasa, 28 Juli 2026 - 12.10 WIB
Rela Antre 2 Jam Demi Sepiring Nasi, Begini Kisah Haru di Balik Rumah Makan Gratis Bekasi!
Rela Antre 2 Jam Demi Sepiring Nasi, Begini Kisah Haru di Balik Rumah Makan Gratis Bekasi!
KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA

Kisah inspiratif kepedulian sosial hadir di tengah hiruk pikuk kawasan Jalan Raya Pekayon, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Sebuah rumah makan sederhana sukses mencuri perhatian lantaran setiap harinya membagikan makan siang gratis untuk ratusan warga yang membutuhkan.

Program mulia ini diinisiasi oleh relawan dari Yayasan Damaris Pancasila Indonesia. Meski rumah makan dan pembagian kupon baru resmi dibuka mendekati pukul 12 siang, antrean puluhan warga sudah mulai mengular sejak pukul 10.00 WIB setiap harinya.

Kehadiran program makan siang ini menjadi penolong nyata bagi para pekerja kasar, lansia, pengemudi ojek online, pemulung, hingga pedagang kecil di kawasan Bekasi.

Persiapan Dapur Relawan Sejak Subuh

Di balik hangatnya sajian lauk pauk di atas meja, para relawan juru masak nyatanya telah bekerja keras sejak dini hari. Mulai pukul 05.00 WIB, mereka sudah bergelut di dapur untuk mencuci beras, meracik bumbu, dan memasak 100 porsi lauk pauk bergizi.

Yuni (46), salah seorang relawan juru masak, menuturkan bahwa ia bergabung karena pernah merasakan sulitnya bertahan hidup di masa pandemi.

"Waktu Covid kami juga sedang susah. Ada teman yang mengajak ikut relawan. Dari situ saya tergerak sampai akhirnya dipercaya menjadi tukang masak," kata Yuni.

Meski harus menguras tenaga sejak subuh bersama enam relawan lainnya, Yuni mengaku seluruh lelahnya seketika sirna.

"Kalau capek pasti ada. Tapi ketika melihat mereka datang berbondong-bondong, rasa capek itu hilang," ujarnya.

Perluas Jangkauan Bantuan dari Jalanan ke Rumah Makan

Menurut penjelasan Koordinator Wilayah Jabodetabek Yayasan Damaris Pancasila Indonesia, Erna Agustin, gerakan filantropi ini sejatinya telah berjalan secara konsisten selama hampir tujuh tahun. Pada awalnya, bantuan disalurkan langsung di jalanan.

Namun, sejak dua bulan terakhir, yayasan memutuskan untuk menyewa tempat agar masyarakat penerima manfaat bisa menikmati makan siang dengan lebih layak, nyaman, dan berada di ruangan berpendingin udara.

"Saat ini, Yayasan Damaris Pancasila Indonesia memiliki titik pelayanan di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Cibubur, Depok, Parung, serta tiga wilayah di Bekasi," ujar Erna.

Program mandiri yang dibiayai penuh oleh para donatur ini memiliki syarat yang sangat sederhana; selama kupon harian masih tersedia, siapa saja berhak untuk makan.

"Semua yang membutuhkan boleh datang. Yang penting dapat kupon. Kalau kupon habis berarti jatah hari itu habis," ujarnya.

Cerita Haru dari Pedagang Sayur

Erna juga membagikan cerita haru selama turun ke jalan, mulai dari bertemu anak yatim piatu yang belum makan dua hari hingga melihat pemulung yang tak kuasa menahan tangis saat disodorkan nasi bungkus.

"Saat itu kita lihat dia makannya lahap sekali. Setelah ditanya ternyata sudah dua hari enggak makan. Program seperti ini benar-benar membantu," tuturnya.

"Ada pemulung yang bilang belum makan. Setelah menerima nasi, dia sampai menangis," kata Erna menambahkan pengalamannya.

Manfaat program ini dirasakan betul oleh Fajar (46), seorang kuli panggul sekaligus pedagang sayur di Pasar Baru Bekasi. Penghasilannya yang hanya sekitar Rp 1,8 juta per bulan seringkali tidak cukup untuk menutupi ongkos harian dan makan.

"Kadang uang makan dari bos tidak mencukupi karena habis untuk ongkos dan kebutuhan lain. Jadi program ini sangat membantu," ujar Fajar.

Bagi Fajar, tak ada kata gengsi untuk menerima uluran tangan dari rumah makan tersebut demi menyambung hidup.

"Saya orang kecil. Kenapa harus malu?" katanya tegas.

Bagi Warganet Bekasi, inisiatif luar biasa dari relawan Damaris Pancasila ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masih menyala terang di kota kita. Jika Anda mengetahui lokasi rumah makan gratis ini, jangan ragu untuk mengarahkan tetangga atau pekerja kasar di sekitar Anda yang membutuhkan, atau bagikan kisah inspiratif ini ke grup WhatsApp warga agar lebih banyak donatur yang tergerak membantu!

LAINNYA

ARTIKEL LAINNYA